Bannerad

Sunday, March 10, 2013

Misteri Identitas Pemegang Dana Amanah

Bagi Anda-Anda yang pernah atau sedang terlanjur menggeluti dana amanah, pasti familiar dengan salah satu atau beberapa nama-nama ini: Soewarno, Khairul Fathollah, Ibu Sarinah, atau pun King Wali Sakti.

Sudah sejak zaman Pak Harto konon ada banyak rombongan kecil berangkat membawa Mr. Soewarno ke Swiss sana untuk mencoba mencairkan dana amanah, tapi pulang dengan tangan kosong, bahkan beberapa tidak kembali.
Di dalam negeri sendiri, silih berganti orang-orang yang mengaku orangnya Soewarno, atau Khairul Fathollah, atau Ibu Sarinah dengan membawa setumpuk dokumen kolateral, yang akan membagi-bagikan uang hibah untuk rakyat miskin, proyek kemanusiaan, untuk mendirikan rumah sakit di pelosok, dan banyak lagi, yang semuanya tinggal sebentar lagi pasti cair, hanya butuh uang untuk menjemputnya ke Jakarta saja. Itulah yang akhirnya sering disebut sebagai PO (Proyek Ongkos). Seperti yang iyah tapi bo'ong. Seperti yang asli tapi bodong. Diam-diam, banyak sudah korban yang tertipu, uang warisan amblas harapan kandas.

Tatkala dana Rp.1.200 triliun masuk ke Indonesia, semua yang mengaku nama-nama tersebut di atas berdalih dan yakin bahwa itu adalah hasil perbuatan mereka, jasa mereka. Dengan lantang mereka mengatakan bahwa uang sudah ada di Bank Mandiri, di BNI, di BRI dsb. tinggal tunggu tanggal mainnya-lah, sebentar lagi-lah, tunggu SBY pulang dari Davos-lah, tunggu SBY pulang dari G-20-lah, tunggu SBY dari Amerika-lah, tinggal tunggu SBY pulang dari Inggris-lah. Tetapi tatkala sebagian dana tiba-tiba ditarik secara ajaib dari peredaran, dan sebagian lagi 'disimpan' di BI, mereka yang mengaku-ngaku itu hanya bisa beralasan macam-macam, atau mengambil sikap diam membisu seribu basa. Why? Karena memang mereka bukan pemegang dana amanah yang asli. Mereka tidak memiliki kesaktian itu.

Sekarang saya akan menceritakan tipologi orang-orang yang memburu dana amanah ini. Tipe pertama sosok individu orang-orang yang punya gelar akademik lulusan sekolah bisnis di luar negeri faham aturan perbankan internasional, penelusuran modern dan lobby canggih bermodal sponsor kuat, memburu harta karun dana amanah berdasar kelengkapan dan keabsahan dokumen otentik. Tipe kedua adalah sosok individu yang prihatin, non-akademik, melakukan tapabrata menempuh jalan spiritual untuk membuka misteri dana amanah. Kedua tipe manusia ini pada akhirnya ketemu di satu titik yang sama, sama-sama menyimpulkan bahwa dana amanah itu benar-benar ada, benar-benar "on" tetapi keukeuh tidak bisa mencairkan dana amanah karena yang berhak mencairkannya adalah si mandataris pemegang dana amanah yang asli, dan yang asli bukan mereka. Walau pun kedua tipe ini digabung jadi satu tim pun tetap saja tidak mampu mencairkan. Why?

Ya... memang "sengaja" dibuat begitu.

Kenapa sengaja dibuat begitu?

Begini logikanya!

Kalau hanya mengandalkan bonafiditas dan pengetahuan akademik perbankan dan kekuatan uang saja, siapa sih di dunia ini yang bisa tahan dan sanggup melawan kekuatan jaringan Illuminati International? Merekalah yang punya jaringan perbankan terkuat di dunia, mereka punya jaringan bisnis multinasional di bidang energi, multimedia, pertambangan, senjata militer canggih, satelit intelijen online, pokoknya semua yang ada di dunia ada di dalam jangkauan tangan mereka. bahkan mafia-mafia pun asuhan di bawah kontrol mereka. Merekalah 13 keluarga Yahudi paling top kaya raya dunia. Bahkan salah satunya, keluarga Rothchild dijuluki sang nabi uang, the prophet of money.   
Sebaliknya pun begitu. Kalau kalibernya masih paranormal biasa kelas lokal, siapa bisa melawan kekuatan supranatural kaum Yahudi Illuminati yang terkenal cerdas itu? Kaliber dunia gitu loh!
Jadi alhasil, kalau ukurannya dunia, maka di dunia ini baik kekuatan uang, kekuatan otentik dokumen maupun kekuatan paranormal, tidak akan ada yang bisa menandingi kekuatan jaringan Illuminati. Itu kata dunia. Tapi kata Gusti Alloh mah lain lagi. Di atas langit ada langit.
Alhasil, si pemegang dana amanah yang asli adalah orang yang sakti. Sakti bukan karena dirinya memang sakti, tetapi karena Gusti Alloh memilihnya untuk memegang amanah dengan selamat, karenanya harus di-sakti-kan! Maka jadilah dia orang yang sakti sampai tugasnya dianggap selesai tuntas.

Pertanyaannya: sesakti apakah sih dia?
Begini ukurannya.

Pertama, pada tahun 2005, seluruh perjanjian yang bersumber dan mengacu kepada perjanjian induk, termasuk perjanjian induknya, habis masa berlakunya. Ini berarti siapapun yang mau mencairkan dana amanah harus membuat perjanjian induk yang baru. Untuk membuat perjanjian induk yang baru maka perangkat perjanjian induk yang lama harus dihadirkan, dan demikian pula si pemegang amanah.
Mari kita fokus dulu ke perangkat perjanjian induk yang lama. Itu terdiri atas tiga benda, disimpan dalam peti, dan peti disimpan di dalam "loker" di Eropa sana. Perjanjian induk yang lama ditandatangani oleh 12 kerajaan, dan di dalamnya tercantum dua nama, yaitu: Soewarno, dan Kerajaan Sunda Nusantara Parahyangan.
Pada Juni 2006, Bush "diteropong membobol loker", namun sang peti - tentu saja beserta isinya - terbang bak cahaya. Intel dan  paranormal dibantu satelit canggih mereka berhasil melacak, si peti "terbang" ke Bogor! Itulah ceritanya mengapa 20 November 2006 - sehari sebelum jatuh tempo Amerika bayar sewa kolateral kepada rakyat Indonesia - Bush dengan "pasukan khususnya" sengaja datang ke Indonesia dengan agenda yang agak aneh, yaitu maunya ke Bogor, dengan pengawalan seper dan ekstra ketat, misinya rahasia, membuat helipad di halaman Istana Bogor di dalam Kebun Raya Bogor. Maunya hanya satu - pake gaya koboy - menjarah itu peti. Tapi sang peti tiba-tiba menghilang, "terbang" ke Bandung!


Kedua, yang membuat mereka tambah kelimpungan adalah cadangan emas yang mereka timbun di gudang-gudang Federal Reserve maupun di Fort Knox, tiba-tiba dipertanyakan keberadaannya oleh Senator Ron Paul. Dengan demikian ada tiga skenario yang mungkin terjadi: (1) Emas sebenarnya masih ada tapi memang tidak pernah diaudit; (2) Emasnya sudah dijual diam-diam oleh The Federal Reserve; (3) Emas tersebut adalah emas yang  dijadikan kolateral pada perjanjian induk awal, dan ditarik balik oleh "sang penjaga gudang".  Jika menggunakan skenario ketiga, menjadi relevan dan logis mengapa Indonesia bisa masuk ke kelompok G-20 padahal sebenarnya dinilai layak masuk kelompok BRICS (Brazilia, Rusia, India, China, South Africa) - pun belum, baru hampir; itupun kalau mulus tanpa gejolak dan nihil disintegrasi. Presiden SBY diundang kesana kemari, menjadi tamu kehormatan dan mendapat gelar kehormatan di Inggris oleh Ratu Elisabeth II, bahkan secara aklamasi oleh para pemimpin dunia dipilih menjadi salah satu trio juru damai perumus masa depan dunia yang lebih baik dan damai. Luar biasa! Semua pemimpin negara dan lembaga-lembaga dunia yang matanya awas bin waspada memang mau tidak mau terpaksa menoleh kepada Indonesia, tergopoh-gopoh silih berganti berkunjung ke Jakarta; ada pakar dan pengamat luar negeri yang memuji setinggi langit bahwasanya Indonesia akan menjadi negara terkuat di dunia; padahal sejatinya mereka berbaik-baik karena semua minta tolong negerinya didahulukan kepada Indonesia. Ironisnya, di dalam negeri para elite politik asyik sibuk dengan dunianya sendiri, sibuk dengan urusannya sendiri, sibuk dengan obsesinya sendiri, sibuk dengan sengketanya sendiri, sibuk dengan kelitannya supaya lolos dari kejaran jerat hukum KPK dan luput dari lacakannya PPATK.

Ketiga, mereka melacak dan menurunkan tim demi tim ke Bandung, dengan misi rahasia, yaitu mencari who pemegang dana amanah yang asli. Di lain pihak, para sultan, para raja se-Nusantara yang punya kemampuan paranormal atau pun punya informasi tentang warisan harta karun dan/atau silsilah yang nyambung, juga berkesimpulan yang sama, yaitu selain mereka ingin kebagian atau merasa berhak atas harta karun nenek moyang, bahwa si mandataris pemegang amanah ternyata bermukimnya di Bandung. Maka saling intip mengintip terjadi di balik manuver pertemuan demi pertemuan para raja dan sultan di kota ini. Semuanya mencari yang mana gerangan sebenarnya sang mandataris pemegang dana amanah yang asli. Yang merasa dirinya pantas sih lebih dari satu, tetapi yang punya kesaktian dan punya tanda, tidak ada.

Baik para intel luar negeri, para kaki-tangan Illuminati di sini, para kerabat sultan dan raja-raja maupun kaum paranormal domestik yang lumayan tinggi ilmunya, semuanya diam-diam sepakat bahwa identitas sang pemegang dana amanah ada kaitannya dan berhubungan erat dengan dua 'clue' berikut ini: pertama, "Soewarno", dan kedua "Sunda Nusantara Parahyangan". Harap dimaklum, "Soewarno" yang dimaksud bukan orang, bukan sosok kakek-kakek dari Solo bernama Soewarno. Itu kode rahasia, gabungan dua kekuatan/ketinggian ilmu;  itulah cerminan kecerdasan para karuhun untuk mengantisipasi dana amanah tidak jatuh ke tangan yang tidak berhak menurut ketentuan-NYA.

Lalu, apa maunya sang bandar si pemegang dana amanah agar bersedia mencairkan dana amanah yang sangat ditunggu-tunggu oleh dunia?

Cepat atau lambat memang sang bandar harus turun gunung. Permintaannya hanya satu: menunggu tanda yang jelas dari Gusti Alloh, siapa tim penjemput yang absah dari Swiss! Di sanalah sang bandar bertemu kembali dengan "sang penjaga gudang asset dana amanah": Nabi Khidir as, dan Nabi Ilyas as!



Eng-ing-eng !




Sekian dulu.



6 comments:

  1. mantap, semoga pemegang amanah yang sebenarnya cepat, mencairkan dana tersebut, demi kemakmuran rakyat indonesia.

    ReplyDelete
  2. 1. bagi kami team amanah ANDA pakai KODE APA / GUDANG APA silahkan? yang penting hilangkan rasa AKU, timbulkan rasa KAMI & yang penting lagi bagi kami, TEAM AMANAH ANDA bisa membuktikan harta amanah yang anda pegang : NYATA sehingga rakyat bisa sejahtera, kami angkat 2 jempol bisa buktikan itu seperti team kami siap akhir 2013 ini terlaksana.
    2. bagi rekan rekan di fb yg sudah ketemu pak sudarsono silahkan menjelaskan ke mereka bahwa TEAM AMANAH & KOPERASI ( KENARI ) yang akan dilaksanakan dithn 2013 BERBEDA dgn team amanah yang lain yang sudah beredar lama di FB tapi sampai detik ini lom terbukti.
    3. bagi KAMI utk menyelesaikan masalah RAKYAT & NEGARA yaitu dgn merealisasikan salah satu isi dari " WASIAT BUNG KARNO " : di adakan MBB
    4. bagi kami telah menyebarkan buku GPPMBB sebagai PEMBERITAHUAN & UNDANGAN SEMENTARA kepada TEAM AMANAH ANDA, jangan salahkan TEAM AMANAH KAMI bila kelak kami telah berlayar / berjuang,
    5. MBB hanya utk manusia - manusia yang mau mrndengar SERUAN ini, kalau semuanya mau akan sulit juga bgi kami memberikan posisi buat mereka, justru itulah kita buat saringan utk kami tau mana TEAM AMANAH yg ber HAK & mana TEAM AMANAH yang TIDAK BER HAK, itulah pilihan ALLAH SWT bila mau mendengar seruan ini
    6. silahkan CEK KE ASLIANNYA buku GPPMBB 13 lembar yg di cap noktaris dengan 3 D = 1. Di baca berulang ulang hingga paham, 2. Di raba setiap lembar ada getaran bagi orang yg asli manah, 3. Di Terawang krn dalam buku itu ada sandi, silahkan hub pimpinan kami pak sudarsono 081280311051 / 0877 8269
    7. silahkan ajukan permintaan buku GPPMBB ke alamat email : riyadibigfamily@gmail.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat kami tidak ada masalah siapa yang berhasil mencairkan dana amanah, karena jika dana ini cair, yang akan sejahtera bukan hanya rakyat Indonesia, tapi dunia. Jadi jika tim anda yakin program anda bisa dimulai akhir 2013 ini, ya bagus sekali.
      Selamat berjuang.
      Salam.

      Delete
  3. Assalamu Alaikum Wahai SaudaraKu
    Maha Suci Allah memberikan kita harta yg berlimpah dan apakah kita sebagai generasi muda seperti saya ini mampu menyelesaikn perjuangan para leluhur kita yang telah bertahun2 menjaganya demi anak cucunya dan saya tidak dapat melakukannya sendiri tanpa bantuan para sahabatKu dimana saja berada……
    Dan kini saatnya meneruskan cita2 para leluhur demi tercapainya MERCUSUAR DUNIA dan SEMOGA ALLAH SWT SELALU RIDHO AKAN PERJUANGAN PARA SAHABATKU
    HARTONO MAKASSAR
    Fb.EqhyQhy

    ReplyDelete
  4. wah gan,, saya cukup tercengang membacanya.... belum saatnya indonesia sejahtera... ini sudah permaianannya team amanah... team amanah sudah turun gunung, tapi beliau melihat indonesia makin menggila mengejar harta indonesa untuk pribadi beliau tidak akan membukanya...

    ReplyDelete
  5. Maha suci Allah, Indonesia akan menjadi negara yang kuat adil dan makmur sejahtera apa yg di cita2xoleh Bpk presiden soekarno terwujud didepan mata .amien.

    ReplyDelete